Langsung ke konten utama

Beri Aku Cahaya



BERI AKU CAHAYA

Oleh: Atiq Ni’matus Sa’adah

 

Berjalan tanpa tahu haluan.

Berperilaku tanpa tahu aturan.

Ke sana ke mari terlantung-lantung.

Menenggak segala yang ada.

Meneguk apapun yang ditemui.

Tak keruan menyusuri setiap jalan.

Memanggul kebingungan.

Memikul kesepian.

Menggandeng kerinduan.

Bak gelandangan.

Setelah kepergianmu kekasih.

Tak mengerti harus berbuat apalagi.

Sejak kepergianmu,

tak kutemui lagi kebahagiaan.

Semua telah berubah menjadi abu-abu,

sejak kau tak pernah lagi bertamu.

Beri aku cahaya,

yang mampu membuat gelap menjadi singkap.

Beri aku cahaya,

yang mampu mengubah gamang menjadi terang.

Beri aku cahaya,

yang mampu menggulung renung menjadi kidung.

 

Kediri, 5 Maret 2020

 

Ilustrasi: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwallhere.com%2Fid%2Fwallpaper%2F904034&psig=AOvVaw3ZmSX--PT9KxdZhpLDmRDE&ust=1593965180749000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCIjNjOr9s-oCFQAAAAAdAAAAABAV

 

 


Komentar

  1. Betharap diberi cahaya terang 😊
    Semangat berkarya kawan 👍

    BalasHapus
  2. Mantul..kalau boleh tau boleh request puisi gak 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh, Monggo silahkan, dengan senang hati :)

      Hapus
  3. Bagusssss
    Berkarya terusss sist

    BalasHapus
  4. Layaknya cahaya yang mampu menyinari dunia yang gelap, manusia juga mampu menyinari masa depannya 💗 Luv suka puisinya 💗💗

    BalasHapus
  5. Bagus banget puisinya, kata"nya indah banget, semangat bikin puisinya♥

    BalasHapus
  6. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    www.arenakartu.cc
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi: Rasa

RASA Oleh: Atiq Ni'matus Sa'adah Rasa ini sungguh masih mengambang. Mengapung di atas keruhnya dosa-dosa. Terbawa arus gemerlapnya dunia. Bermuara pada ujung kehampaan. Masih layakkah rasa ini disebut cinta? Cinta selalu patuh kepada kekasihnya. Sedangkan rasa ini, terlupa akan kekasih. Bahkan tak mengenal dirinya sendiri. Akankah kekasih memahami rasa ini? Rasa yang begitu sukar untuk terdefinisi. Ingin mencintai tapi telah ternodai. Ingin menghindar, tapi sungguh kekasih selalu berbinar. Wahai kekasih, engkau adalah sebab dari rasa ini. Engkaulah inti dari rasa ini. Engkau pula tujuan dari rasa ini. Dengan segenap kehinaanku, tuntun dan bimbinglah aku, hingga rasa ini sampai kepada engkau. Kediri, 22 Maret 2021. Ilustrasi: https://www.wokeeh.com/keren/seniman-lukisan-depresi/

Puisi: Kutub Lain

KUTUB LAIN Oleh: Atiq Ni’matus Sa’adah   Tidak kuat, bukan berarti rapuh. Tidak berani, bukan berarti takut. Tidak ingat, bukan berarti lupa. Tidak menerima, bukan berarti menolak. Tidak berucap, bukan berarti bisu. Tidak bersama, bukan berarti musuh. Tidak memberi, bukan berarti meminta. Tidak memuji, bukan berarti memaki. Setiap perkara tidak bisa dimaknai sepihak, kekasih. Seperti cintaku yang sepihak, tentu membutuhkan kutub lain untuk membuatnya bermakna.   Kediri, 14 April 2020     Ilustrasi: https://www.kompasiana.com/image/syiva/563776a0ed9673910a4457b6/aku-kayla

Arti untuk Hati

ARTI UNTUK HATI Harumnya wangi semerbak cinta Mengharumkan hari-hari diantara kita                    Begitu indahnya jalinan cinta Yang membuat dunia serasa milik kita Hari takkan menjadi buruk asalkan bersamamu Udara yang panas terasa begitu sejuk ketika bersamamu Waktu serasa begitu berharga saat bersamamu Dan tiada hal lain yang membahagiakan selain tentangmu Sungguh memilikimu merupakan anugerah Sungguh tak menginginkan keadaan ini berubah Namun, bagai mentari yang kehilangan sinar Cintamu lama-lama memudar Tiada lagi candaan, tiada lagi buaian Tiada lagi rayuan, apalagi pujian Tingkahmu yang tak kumengerti Seseorang yang tak mampu kukenali lagi Pergi begitu jauh tanpa alasan pasti Meninggalkan hati tanpa arti Wahai hati yang pernah kumiliki Kuingin kau tahu bahwa kau begitu berarti Sungguh cinta ini tiada henti Walau tanpa hadirmu ...

Mengenai Saya

Foto saya
Atiq NS
Hai.. Nama saya Atiq Ni'matus Sa'adah. Biasa dipanggil Atiq. Kalau di lingkungan tempat tinggal saya, biasa dipanggil Asa. Saya adalah seorang mahasiswi yang suka menuliskan isi hatinya melalui puisi. Bagiku salah satu cara mengekspresikan diri adalah dengan menulis. Dan ketertarikanku adalah meulis puisi, maka maka aku mengutarakan apa yang aku ingin sampaikan melalui puisi. Salam kenal untuk yang baru pertama kali berkunjung ke blog berisi puisiu ini. Salam cinta untuk kalian semua yang selalu setia dengan ikhlas membaca puisi-puisiku dan meninggalkan komentarnya dalam blog ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan dan dijadikan orang-orang yang bermanfaat bagi sesama. Wassalam...