Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Jarang

AKU JARANGKarya: Atiq Ni’matus Sa’adahAku jarang menghitung ketika menyebut namamuBagiku namamu bukan bilangan yang memerlukan hitunganAku jarang menyebut namamu di hadapan banyak orangBagiku namamu terlalu suci untuk sebuah pencitraanAku jarang menyuruh otakku untuk memikirkan namamuBagiku namamu telah ada dalam pikiranku sebelum aku memikirkannyaAku jarang mengucap namamu melalui lisankuBagiku menyebut namamu dalam hatiku adalah dzikir paling romantisAku jarang menulis namamu dalam buku tuliskuBagiku namamu sudah tertulis dalam diriku sebelum aku menulisnyaAku jarang membela namamu di hadapan para musuhBagiku namamu sudah sangat kuat tanpa dibela sekalipunAku jarang memasang namamu sebagai wallpaper telepon genggamkuBagiku memasang namamu di hatiku adalah hal yang paling menenangkanKediri, 27 April 2020Sumber Gambar: https://www.kompasiana.com/elfat67/5bdcc528bde575284143d6e2/cerpen-cemburu-membunuh-senja
Postingan terbaru

Sepatu Baru

SEPATU BARUOleh: Atiq Ni’matus Sa’adahSepatu baru yang kubeli waktu itu.Tak memberi kesan apa-apa buatku.Meskipun untuk memutuskan membelinya, aku butuh waktu yang lama.Memeriksa setiap bagiannya apakah benar-benar rapi.Memastikan tidak ada sedikitpun kecacatan melekat padanya.Mencobanya berulangkali sampai benar-benar merasa nyaman dan pas.Hingga akhirnya memutuskan untuk membelinya.Tapi setelah kubeli dan kukenakan beberapa hari setelahnya, ada yang berubah dari sepatu ini.Kenyamanan yang pertama kali kurasakan saat di toko itu, telah hilang.Entah kemana kenyamanan itu melenyap.Dulu saat aku mencobanya di toko, aku rasa nyaman sekali hingga aku meminangnya.Aku mencoba untuk tetap merasa nyaman dan bersikap biasa saja akan ketidaknyamanan ini.Namun, ketidaknyamanan ini terus menggerayangi kakiku.Hingga aku sungguh tak tahan ingin melepasnya.Alhasil, aku melepaskannya dan kembali memakai sepatu lamaku.Sepatu lama yang meski sudah lusuh, tapi tetap memberi kenyamanan saat memakainya.Te…

Pengabdian Kekasih

PENGABDIAN KEKASIH Oleh: Atiq Ni’matus Sa’adah
Aku tak peduli dibilang bodoh Aku tak peduli dibilang budak Aku tak peduli dibilang hina Semua kulakukan karena aku cinta
Ketika orang lain mencintai dengan harap Ketika orang lain mencintai dengan syarat Ketika orang lain mencintai dengan tapi Aku mencintaimu tanpa semua itu
Jika mereka mencintai membutuhkan upah Jika mereka mencintai membutuhkan hadiah Jika mereka mencintai membutuhkan sedekah Aku tak butuh itu, aku hanya butuh cintamu
Karena cinta bukan hanya tentang materi Karena cinta bukan hanya tentang balasan Karena cinta bukan hanya tentang kepemilikan Tapi cinta bagiku adalah pengabdian seagungnya kepada kekasih
Kediri, 8 Februari 2020

Sumber gambar: https://kaligrafi--islam.blogspot.com/2018/05/gambar-kaligrafi-obyek-tarian-sufi.html

Terlanjur Kagum

TERLANJUR KAGUM Oleh: Atiq Ni’matus Sa’adah
Aku bukan siapa-siapa Aku hanya seorang diri berjiwa pengagum, yang mengabdikan dirinya untuk mengagumimu, yang mendermakan hidupnya untuk memujamu.
Aku tak punya apa-apa. Aku hanya punya niat untuk mengagumimu. Aku hanya punya hasrat untuk mengagumimu. Aku hanya pengurai kata-kata, guna mengagumimu.
Aku tak bisa apa-apa. Nafasku hanya untuk mengagumimu. Detak jantungku ada untuk mengagumimu. Hidupku adalah takdir untuk mengagumimu.
Segalanya hanya kuberikan untukmu Untukmu yang sangat pantas kukagumi Untukmu yang menetap abadi di jiwa ini Untukmu yang tiada yang lain selain engkau

Kediri, 1 Februari 2020

Sumber gambar: https://doalangit.wordpress.com/2013/03/26/taubat-dan-doa/

Kekuatan Cinta

KEKUATAN CINTA Oleh: Atiq Ni’matus Sa’adah
Kekuatan cinta ini, Membuatku semakin tegar Membuatku semakin tabah Membuatku semakin ikhlas
Tanpa harus perlu kau ketahui, Bahwa cinta ini luas Bahwa cinta ini dalam Bahwa cinta ini tulus
Semakin kumencintaimu, Semakin kumerasa bahagia Semakin kumerasa senang Semakin kumerasa tenang
Walau tanpa perjumpaan denganmu, Cinta ini tetap hidup Cinta ini tetap bersemi Cinta ini tetap abadi

Kediri, 30 Desember 2019


Sumber gambar: https://www.popbela.com/relationship/single/amalia-azizah/gebetan-jalan-dengan-yang-lain/full

Benteng Keegoisan

BENTENG KEEGOISAN Oleh: Atiq Ni’matus Sa’adah
Benteng-benteng keegoisan Berdiri dengan kokoh tanpa sengaja dibangun Terlampau kuat untuk dirobohkan Pemiliknya tak menghendaki bentengnya runtuh
Sang benteng tak pernah tahu mengapa ia dibangun Mungkin ingin terlihat paling tinggi Mungkin juga ingin terlihat kokoh sendiri Atau bahkan memang benar-benar tak mengerti maknanya sendiri
Benar-benar benteng tanpa celah Benar-benar benteng yang tanpa ujung Pondasinya bukan saja kuat Tapi benar-benar terlampau kuat Sekuat apapun benteng itu Alam dan waktu akan tetap mampu mengikisnya Karena denganya celah akan terlihat Dan bisa-bisa itu yang akan merobohkannya

Kediri, 06 September 2019



Sumber Gambar: https://www.pulsk.com/653131/17/

Hati yang Tak Dapat Merasa Lagi

HATI YANG TAK DAPAT MERASA LAGI
Oleh: Atiq Ni'matus Sa'adah
Menari-narilah perasaanku kala itu Ketika parasmu hadir di sisiku Sejuta perasaan yang belum sempat terungkap Tersusun rapi dalam hati ini
Lima tahun hanya bungkam Bersandiwara menutupi perasaan di balik pertemanan Hanya sedikit merasa percaya diri dengan rasaku Ketika kau bersikap seolah kau mendekat
Lima tahun lamanya setia memupuk rasa ini Menjaga rasa yang bergeliat ingin berlari Hanya untuk dirimu sang pujaan hati Rasa ini terus kupatri Genap lima tahun rasa ini terjaga Di hari ini juga kulihat kau resmi meminangnya Hancur lebur tak karuan hati ini, tiada tertolong lagi Sampai hati ini benar-benar tak dapat merasa lagi

Kediri, 21 Oktober 2019

Mengenai Saya

Foto saya
Atiq NS
Hai.. Nama saya Atiq Ni'matus Sa'adah. Biasa dipanggil Atiq. Kalau di lingkungan tempat tinggal saya, biasa dipanggil Asa. Saya adalah seorang mahasiswi yang suka menuliskan isi hatinya melalui puisi. Bagiku salah satu cara mengekspresikan diri adalah dengan menulis. Dan ketertarikanku adalah meulis puisi, maka maka aku mengutarakan apa yang aku ingin sampaikan melalui puisi. Salam kenal untuk yang baru pertama kali berkunjung ke blog berisi puisiu ini. Salam cinta untuk kalian semua yang selalu setia dengan ikhlas membaca puisi-puisiku dan meninggalkan komentarnya dalam blog ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan dan dijadikan orang-orang yang bermanfaat bagi sesama. Wassalam...