Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi: Pencarian

PENCARIANOleh: Atiq Ni'matus Sa'adahHarapan mulai memucatAngan mulai membiruKerinduan semakin membekuBerguru pada ragu yang membisuMelangkah menyusuri sendu hujan piluSendiri, sunyi, sepiAlunan gemercik hujan menyuarakan kerinduanMenambah rindu pada tuan seraya berjalanLangkah tak henti melakukan pencarianTerseret-seret melintasi jalan harapanRindu pada wujudmu yang semuWujudmu yang bayangnya saja tak tertinggalSejenak meregangkan otot-otot pada tepian harapanBerbisiklah tetesan air hujanMengatakan hal yang kuharapkanYakni kabarmuBagaimana aku tak merindukanmu?Janjimu membuatku selalu menunggumuHarapan yang kau berikan membuatku tak bisa melupakanmuBerdoa, hanya berdoaKala itu doa membuatku mengenal dirimuAku rasa doa pula yang akan memulangkanmuPulang menemui diriku yang sudah khatam dalam menunggu dan merindukanmuKediri, 3 Juni 2020
Ilustrasi: https://regional.kompas.com/read/2019/10/29/20435831/prediksi-bmkg-musim-hujan-di-jawa-tengah-mundur-30-hari
Postingan terbaru

Puisi: Maskermu

MASKERMUOleh: Ella ArtaPagi itu masih terasa temaram meskipun sang fajar siap berbinar.Udara serasa membelai kulit dengan lembut mendebar.Kelembutanya merengkuh tiap desiran nafas umat di bumi ini semakin gencar.Tak ada yang dapat mengalahkan kelembutan dan kesejukan udara pagi yang segar.Bahkan meskipun siang udara tetap menjadi hal yang sangat kita cari dengan debar.Namun semua harus berubah dan bersabar.Tinggalkan sebentar udara segar.Demi melawan pandemi yang terlihat nanar.Entah pandemi ini kapan lelah berkelakar.Namun satu yang pasti aku yakini dengan benar.Menjaga diri ketika di luar ruangan akan menyelamatkan nyawa agar tak semakin ambyar.Memutus mata rantai persebaran pandemi yang semakin menyebar.Dengan cara memakai masker dengan benar.Nafasmu mungkin harus sedikit dipisahkan dengan udara sebentar. Demi menjaga diri dari agar tidak terpapar.Pakailah maskermu jangan di lepas saat kau berada di luar.Saat kau berada di manapun agar terhindar.Hanya maskermu lah yang berguna untu…

PUISI: SAJAK-SAJAK TOLERANSI BERAGAMA

PUISI: SAJAK-SAJAK TOLERANSI BERAGAMA PRAHARA KIBLATOleh: Atiq Ni’matus Sa’adahTanpa melukai hati siapapunTanpa menyinggung pihak manapunKita dapat bergama dengan santunDengan saling berpelukanDengan saling berpeganganKita dapat beragama dengan kedamaianBahwa agama yang kita yakiniAdalah kehendak dari hati nuraniDan bukan paksaan akal murniBersujud di tempat masing-masingMemuja di sudut masing-masingMenghayati di ruang masing-masingBeribadah akan terasa indahBila diri tak lagi memakiBila hati seraya beserah diriKiblatku dan kiblatmu tak perlu disamakanTapi rasa persatuan dan penghormatanAdalah sisi terindah dari keberagamaanKediri, 19 Juli 2020
BUSANA KEYAKINANOleh: Atiq Ni’matus Sa’adahBusana dipandang sebagai identitasSentimen pada corak-corak golonganMenekan kemungkinan perbedaanPerasaan unggul dan tak merangkulSesungguhnya siapa hakikat diri kita?Bukankah kita sama-sama penduduk bumi?Apakah agama menjadi satu-satunya prasyarat untuk tinggal di bumi?Aku rasa tidakBusana yang kita ken…

Puisi: Kutub Lain

KUTUB LAINOleh: Atiq Ni’matus Sa’adahTidak kuat, bukan berarti rapuh.Tidak berani, bukan berarti takut.Tidak ingat, bukan berarti lupa.Tidak menerima, bukan berarti menolak.Tidak berucap, bukan berarti bisu.Tidak bersama, bukan berarti musuh.Tidak memberi, bukan berarti meminta.Tidak memuji, bukan berarti memaki.Setiap perkara tidak bisa dimaknai sepihak, kekasih.Seperti cintaku yang sepihak, tentu membutuhkan kutub lain untuk membuatnya bermakna.Kediri, 14 April 2020Ilustrasi: https://www.kompasiana.com/image/syiva/563776a0ed9673910a4457b6/aku-kayla

Beri Aku Cahaya

BERI AKU CAHAYAOleh: Atiq Ni’matus Sa’adahBerjalan tanpa tahu haluan.Berperilaku tanpa tahu aturan.Ke sana ke mari terlantung-lantung.Menenggak segala yang ada.Meneguk apapun yang ditemui.Tak keruan menyusuri setiap jalan.Memanggul kebingungan.Memikul kesepian.Menggandeng kerinduan.Bak gelandangan.Setelah kepergianmu kekasih.Tak mengerti harus berbuat apalagi.Sejak kepergianmu, tak kutemui lagi kebahagiaan.Semua telah berubah menjadi abu-abu, sejak kau tak pernah lagi bertamu.Beri aku cahaya, yang mampu membuat gelap menjadi singkap.Beri aku cahaya, yang mampu mengubah gamang menjadi terang.Beri aku cahaya, yang mampu menggulung renung menjadi kidung.Kediri, 5 Maret 2020Ilustrasi:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwallhere.com%2Fid%2Fwallpaper%2F904034&psig=AOvVaw3ZmSX--PT9KxdZhpLDmRDE&ust=1593965180749000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCIjNjOr9s-oCFQAAAAAdAAAAABAV

Langkah Payah

LANGKAH PAYAHOleh: Atiq Ni’matus Sa’adahHari-harimu penuh pengorbananHari-harimu penuh perjuanganTanpa henti kau melangkahTanpa upah kau bersusah payahBegitu besar kasih dan sayangmuBegitu besar rasa cintamuTakkan mampu diri ini membalasSegala daya dan upaya yang telah kau curahkanDengan sepenuh hati kuungkapkan segala rasaDengan sepenuh cinta kurelakan segala usahaHanya untuk membuatmu tersenyumHanya untuk membuatmu bahagiaSemoga Tuhan memberimu apa yang kau semogakanSemoga semua doamu senantiasa terkabulkanSemoga semua usahamu senantiasa terbayarkanDan kuingin seluruh alam tahu bahwa, posisimu dihatiku takkan tergantikanKediri, 26 Agustus 2019

Ilustrasi: https://muhibbin.online/tidak-semua-wali-mudah-diketahui-2-sultonul-aulia-pun-pernah-kebingungan/

Aku Jarang

AKU JARANGKarya: Atiq Ni’matus Sa’adahAku jarang menghitung ketika menyebut namamuBagiku namamu bukan bilangan yang memerlukan hitunganAku jarang menyebut namamu di hadapan banyak orangBagiku namamu terlalu suci untuk sebuah pencitraanAku jarang menyuruh otakku untuk memikirkan namamuBagiku namamu telah ada dalam pikiranku sebelum aku memikirkannyaAku jarang mengucap namamu melalui lisankuBagiku menyebut namamu dalam hatiku adalah dzikir paling romantisAku jarang menulis namamu dalam buku tuliskuBagiku namamu sudah tertulis dalam diriku sebelum aku menulisnyaAku jarang membela namamu di hadapan para musuhBagiku namamu sudah sangat kuat tanpa dibela sekalipunAku jarang memasang namamu sebagai wallpaper telepon genggamkuBagiku memasang namamu di hatiku adalah hal yang paling menenangkanKediri, 27 April 2020Sumber Gambar: https://www.kompasiana.com/elfat67/5bdcc528bde575284143d6e2/cerpen-cemburu-membunuh-senja

Mengenai Saya

Foto saya
Atiq NS
Hai.. Nama saya Atiq Ni'matus Sa'adah. Biasa dipanggil Atiq. Kalau di lingkungan tempat tinggal saya, biasa dipanggil Asa. Saya adalah seorang mahasiswi yang suka menuliskan isi hatinya melalui puisi. Bagiku salah satu cara mengekspresikan diri adalah dengan menulis. Dan ketertarikanku adalah meulis puisi, maka maka aku mengutarakan apa yang aku ingin sampaikan melalui puisi. Salam kenal untuk yang baru pertama kali berkunjung ke blog berisi puisiu ini. Salam cinta untuk kalian semua yang selalu setia dengan ikhlas membaca puisi-puisiku dan meninggalkan komentarnya dalam blog ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan dan dijadikan orang-orang yang bermanfaat bagi sesama. Wassalam...